REKOMENDASI TEMPAT WISATA LAMPUNG

Menara Siger

Sjachroedin Z.P. dalam peresmian Menara Siger pada 30 April 2008, ia menyatakan optimistis Menara Siger akan mendorong kemajuan Lampung. Peresmian ini ditandai dengan penekanan sirine, penandatanganan prasasti, serta penglepasan merpati bersama puluhan duta besar. Dengan iringan lagu Mars Lampung Sang Bumi Ruwa Jurai oleh Korps Musik (Korsik) Pemprov Lampung, Ny. Truly Sjachroedin menggunting rangkaian melati di pintu masuk bangunan menara enam lantai tersebut.  Gubernur memasuki menara bersama duta besar Kroasia, Sri Lanka, Jepang, Palestina, Afghanistan, Singapura, Filipina, keluarga Sultan Banten dan Sultan Kanoman Cirebon. Peresmian ini juga diwarnai pembukaan stan seluruh kabupaten/kota.

Secara fisik, Menara Siger dibangun dengan memperhatikan ciri khas Komunitas Budaya Lampung Pepadun. Di sekitar tugu dibangun ruang-ruang

yang menampilkan budaya Lampung serta sarana-prasarana pariwisata. Sebagai tugu di ujung Pulau Sumatra, Menara Siger dilengkapi dengan tulisan penanda Titik Nol Pulau Sumatra. Menara Siger dengan warna emas itu dilengkapi ruangan tempat wisatawan melihat Pelabuhan Bakauheni serta keindahan panorama laut dan alam sekitarnya.

Siger sembilan adalah topi budaya adat pengantin wanita Lampung Pepadun. Menara Siger berupa bangunan berbentuk mahkota terdiri dari sembilan rangkaian yang melambangkan sembilan macam bahasa di Lampung. Menara Siger berwarna kuning dan merah, mewakili warna emas dari topi adat pengantin wanita. Bangunan ini juga berhiaskan ukiran corak kain tapis khas Lampung Saibatin. Bangunan akan berisi data asta gatra, yaitu trigatra mencakup letak geografis, demografis dan kekayaan sumber daya alam (SDA). Berikutnya panca gatra, yaitu berisi ideologi dan hankam. Dengan demikian para turis tidak perlu banyak bertanya.

Payung tiga warna (putih-kuning-merah) menandai puncak menara. Payung ini sebagai simbol tatanan sosial. Dalam bangunan utama Menara Siger Prasasti Kayu Are sebagai simbol pohon kehidupan. Menara Siger tidak hanya berbentuk sebuah fisik bangunan, tetapi mencerminkan budaya masyarakat dan identitas komunitas budaya masyarakat Lampung pepadun sesuai dengan filosofi berpikir dan bertindak sesuai visi dan misi mewujudkan Lampung yang unggul dan bardaya saing. Menara Siger sebagai ikon kebanggaan masyarakat komunitas budaya Lampung pepadun memang tidak bias di angap enteng, hal ini di sebabkan hingga saat ini Provinsi yang menjadi pintu gerbang Pulau Sumatra dan jawa ini baru memiliki ikon komunitas budaya kebanggaan yang bersekala nasional.

Sebagai masyarakat Lampung, tentu saja keberadaan menara Siger komunitas budaya ini menjadi sangat layak dan mutlak di banggakan, menara Siger sangat berpotensi menjadi asset wisata kelas satu di wilayah lampung untuk menuju Visit Wilayah Lampung kedepan, kebudayaan lampung dan agar di kenal oleh tamu tamu dari manca Negara.

Pulau Pahawang

Pulau yang terkenal dengan keindahan pantai dan bawah lautnya yaitu Pulau Pahawang, Pulai yang terletak lepas Teluk Punduh ini memiliki sejuta pesona yang selalu menarik dibanding objek lainnya. Jika anda sebagai wisatawan ingin liburan dengan sensasi Maldives Pulau Pahawang lah jawaban nya. Banyak wisatawan yang mengatakan saat berada di Pulau Pahawan, sensasi Maldives dapat dirasakan di sini. Liburan di pantai yang indah, dengan hiasan pepohonan nyiur, dan menginap di cottage yang berada di atas laut bisa kamu rasakan saat berlibur ke Pahawang di Pesawaran.

Pulau Tegal Mas

Pulau Tegal Mas tak kalah dengan pulau dan pantai exotic Bali birunya laut, serta cottage dan vila bergaya tropical mewarnai Pulau Tegal Mas. Pulau Tegal Mas juga menjadi andalan sebagai destinasi wisata di Lampung.

Way Kambas National Park

Pusat Latihan Gajah dengan gajah-gajah bisa menjadi destinasi wisata menarik di Kota Lampung. Melihat gajah-gajah yang terlatih, terdiri dari gajah tangkap,  latih,  atraksi, kerja dan kebutuhan lainnya. Melihat bagaimana pemanfaatan gajah di Kota Lampung khususnya di Way Ambas National Park, pemanfaatan tersebut antara lain untuk membantu penanganan konflik manusia dan satwa, penyelamatan satwa, patroli pengamanan dan alat transportasi dalam rangka mendukung pengendalian kebakaran hutan.

Adapun beberapa jenis pilihan atraksi wisata alam dengan obyek utama gajah yang dapat dinikmati antara lain : jungle tracking/safari night yaitu menyusuri lokasi PLG way kambas dan sekitarnya dengan menunggang gajah, atraksi gajah yaitu melihat berbagai keahlian gajah seperti joget, parade, menendang

bola, melangkahi deretan manusia yang terbaring dan lain sebagainya. Naik kereta gajah, gajah berenang dll.

Disini juga terdapat fasilitas yang tersedia saat ini yaitu arena atraksi gajah, kolam gajah, lapangan gajah, arena tunggang gajah, guest house dan ruang terbuka dengan tanaman yang cukup rindang, mushola, dan WC umum dan lain-lain. Aksesibilitas : Cara mencapai lokasi way kambas (PLG) tersebut cukup mudah, berada di dalam kawasan dengan jarak 16 km dari jalan lintas timur, 9 km dari pintu gerbang Plang Ijo. Dengan menempuh waktu lebih kurang 20 menit , PLG mudah dijangkau karena telah dihubungkan dengan jalan aspal hitam yang dapat dilalui oleh kendaraan roda 2 sampai dengan enam termasuk bus besar, di tambah lagi program pemerintah daerah yang membuat rute baru BUS DAMRI dari Bandar lampung (terminal Rajabasa) sampai langsung ke Pusat Latihan Gajah Way Kambas